Awalnya saya tidak ada rencana mau pergi ke turki. Saya hanya ingin ikut mama yang akan pergi ke Shanghai untuk melihat World Expo 2010, yaitu suatu pameran dengan peserta dari seluruh dunia yang memamerkan negaranya masing-masing. Melihat beritanya dan websitenya sepertinya sangat menarik. Saya juga berpikir dengan melihat expo itu saya bisa memilih negara mana yang akan saya tuju untuk melanjutkan kuliah ku nanti *ngareepp :D Oleh karena itu saya sangat memohon sama papa mama untuk ikut, dengan alasan saya belum pernah liat world expo, padahal mas adi dan mba opi pernah liat itu tapi mungkin ketika umur 3 tahun :D akhirnya saya pun diperbolehkan untuk ikut, sekaligus ini hadiah saya telah lulus kuliah, asiikknnyyaaa... dan bayangan tentang kota Shanghai pun sudah terlintas dipikiranku. Namun di tengah jalan semakin lama peserta trip ini berkurang dan terancam batal, dan mama pun punya rencana lain untuk pergi ke Turki bersama teman-teman bepergiannya. Dengan begitupun saya meminta ikut pergi ke Turki jikalau Trip Shanghai ini batal. Alhasil trip Shanghai pun batal dan saya akan pergi ke Turki tanggal 02 November 2010. Sebenarnya saya tidak tau apa pun tentang Turki, browsing hanya melihat gambar-gambar tempat apa saja yang akan kami kunjungi, namun tidak browsing lebih lanjut bagaimana itu Turki dengan beribukota Ankara. Yang saya tahu hanya pada saaat itu Turki sedang bermusim gugur, jd sekitar 100 - 200 yang bagi kita orang Indonesia sangat lumayan dingin dengan musim seperti itu.
Lalu karena kesibukkan saya di Bandung yang tidak ada fasilitas internet, hanya dr BB saja, akhirnya saya tidak sempat browsing-browsing lagi, dan sampai lah pada tanggal keberangkatan.
Ternyata perjalanannya cukup panjang Jakarta-Singapore-Frankfurt-Istanbul karena menggunakan Lufthansa sehingga singgah di Frankfurt terlebih dahulu. Singapore-Frankfurt aja udah 12 jam, belum ditambah transit-transitnya, sehingga total perjalanan kami dari mulai keluar rumah hingga keluar dari airport sampai 24 jam. Gilaaa jugaa... ternyata lumayan jauh ya... Tapi perjalanan itu terbayar dengan perjalan saya 10 hari di Turki :) Kalo kesan pertama tentang Turki, negaranya cukup baik, tertib, rapih, teratur, tapi setelah mendengar sedikit banyak tentang Turki dari guide kami agak aneh juga ini negara :D
Turki merupakan negara yang terdapat di Asia Barat, tapi 3% nya berada di benua Eropa. Turki itu negara yang sekulernya sekuler bangeettt... Jadi negara sekuler itu negara yang memisahkan antara pemerintahan dan agama *kalo ga salah sih gitu* jadi di sekolahan maupun universitas tidak boleh ada yang menggunakan jilbab/kerudung, kalung salib, topi yahudi, dll yang berhubungan dengan aksesoris keagamaan. Ketika sholat jumat pun pelajaran akan tetap berlangsung, padahal negara ini seperti Indonesia, bermayoritaskan agama islam. Disana banyak masjid-masjid tapi ketika adzan yang sholat pun cuma sedikit. Para penduduknya pun juga tidak sungkan untuk berciuman di depan umum. Lotre, tempat lokalisasi dilegalkan sehingga penjaganya pun polisi. Negara yang aneh kan? :D
Walaupun begitu negara ini sangat tertib sekali, sampai-sampai para anjing dan kucing liar memiliki KTP, selalu disuntik setiap 1 tahun sekali, diberi penang(tanda), sehingga binatang - binatang ini sangat aman.. oleh karena itu saya tidak terlalu takut kalo ada anjing liar yang lewat karena mereka sudah terbiasa bertemu dengan manusia sehingga tidak menyerang. Kucingnya pun lucu-lucu, gendut-gendut, berbulu halus dan tebal tapi tetep aja rese kalo udah minta makan :D Dan walaupun jarang sekali terlihat tepat sampah, tapi negara ini bersih dari sampah. Tingkat pengangguran pun (menurut saya) sedikit hanya 7% walaupun sebelumnya hanya 5%, maka pengangguran dan tuna wisma pun mendapatkan tunjangan dari pemerintah sehingga tingkat kriminal sangat minim di negara ini.
Negara ini menurut saya juga sangat pintar dalam mencegah adanya kesenjangan sosial yang keterlaluan seperti di negara kita ini, yaitu dengan di setiap pekerjaan antara gaji terendah dan tertinggi tidak melebihi 12x kelipatannya, jadi misalnya cleaning service hanya bergaji 100 TL (Turkish Lira) maka manager nya tidak akan lebih tinggi dari 1200 TL gajinya.. ngerti kan maksud nya? :D seperti contoh nyatanya, supir bis saya bergaji 700 TL, namun ada seorang professor bergaji 4200 TL, maka perbandingan gajinya hanya 1:6, tidak lebih dari kelipatan 12. Biaya hidup di Turki juga lumayan tinggi, sekali makan sekitar 10TL setara Rp65.000 dan kalo mau pipis di tempat umum bayar 1 TL :D
Turki juga merupakan negara yang sudah maju, dibuktikan dengan sistem transportaisnya yang lebih bermutu daripada negara kita :D Disana kendaraan umum yang digunakan ada Tram, Subway, Bis, Taxi, Funikuler, Ferry. Para pengendara juga tertib dalam menggunakan kendaraannya, sangat menaati lalu lintas. Bayar parkir pun juga mahal, sejamnya bisa mencapai 5 TL yaitu sekitar Rp 32.500. Hmmm... lumayan kann? Makanya mereka juga lebih suka menggunakan kendaraan umum dari pada kendaraan pribadi walaupun di tempat-tempat dan jam-jam tertentu ada macetnya juga. Tapi yang saya rasakan macet cuma pas ketika akan melewati jembatan Bosphorus, dan di sekitar Yeni Jami.
Saya mengelilingi Turki bagian barat sekitar 10 hari dengan menggunakan bis ke kota Istanbul, Selcuk, Pamukkale, Cappadocia, lalu balik lagi ke Istanbul dengan menggunakan pesawat doemstik. Dari 4 kota yang saya singgahi, Istanbul merupakan kota besar dari pada yang lainnya yang hanya merupakan sebuah kota kecil. Istanbul memang kota terbesar pertama di Turki, yang selanjutnya adalah Ankara, Izmir, lalu Bursa..
Kalo menurut saya Istanbul memang sudah merupakan kota Metropolitan, tidak seperti yang saya bayangkan, ada mall, gedung-gedung tinggi, tingkat mobilisasi cukup tinggi, padat dengan penduduknya. Tapi di sisi lain, kota ini juga banyak menyimpan sejarah dengan adanya bangunan-bangunan bersejarah, sebut saja Blue mosque yang katanya dalam mesjidnya di dominasi berwarna biru dan merupakan mesjid dengan menara terbanyak (6 menara) setelah Masjidil Haram (tapi sayang saya ga sempat masuk karena terlalu lelah berjalan untuk sholat subuh kesana alias masih tidur :D), lalu ada Hagia Sophia - gereja yang dijadikan masjid tapi sekarang dijadikan museum, konon katanya kubah Hagia Sophia merupakan kubah terbesar di Turki tanpa menggunakan besi, Basilica Cistern - tempat penampungan bawah air yang keren, lalu ada istana-istana yang digunakan pada jaman dulu, Beylerbeyi Palace, Topkapi Sarayi, Dolmahbache Palace (peninggalan-peninggalan kerajaan ottoman & attaturk) dan ada pusat perbelanjaan yang sudah ada dari jaman dulu, yaitu Grand Bazaar. Sedangkan di kota kecil yang saya kunjungi lebih banyak bangunan bersejarah peninggalan Romawi dan Yunani, seperti The Ephesus, The House of Mary - persinggahan terakhirnya Bunda Maria, The St. Jhon, Hierapolis, Agora, The Apollo, Undergorund City, lalu tempat-tempat yang memang alamnya bagus, seperti Terravertin Terrace - sumber mata air panas yang terdapat di gunung kapur putih berterasering, kota Goreme yang bentuk bukitnya lancip-lancip lalu dijadikan tempat tinggal.
Sangat menarik mengelilingi itu semua... Masing-masing ada ketertarikannya sendiri. Istana-istana itu sangat wahhh sekali, sekaligus ‘lebay’ dalam interiornya, penuh dengan segala warna, sangat detail ornamen-ornamennya, pintu yang besar dan tinggi, ruangan yang banyak, tapi sayang ciri khas Turkinya tidak nampak, istana-istana ini sangat bergaya Eropa - Rennaisance sekali dan di dalamnya terdapat beberapa museum peninggalan-peninggalan jaman dulu, seperti tongkat Nabi Nuh, pedang para sahabat Nabi, dan contoh baju-baju kerajaan jaman dahulu yang menampakkan seberapa besar mereka. Sedangkan peninggalan-peninggalan Romawi dan Yunani sangat mereka sekali, dengan adanya tiang-tiang Ionic, Doric, & Corinthian, tapi saya cukup senang dengan bisa melihat langsung, karena dulu ada di pelajaran sejarah arsitektur :D Melihat bagaimana jaman dahulu itu sudah tertata seperti sekarang, ada perpustakaannya, pasar, kamar mandi nya yang untuk beramai-ramai, dan yang hebatnya adalah Grand Theater yang sangat besar. Ngga ngebayang juga, ternyata jaman dulu sudah bisa membuat sebesar dan sebagus itu :) Tapi untuk memasuki itu semua dibutuhkan harga yang lumayan, tiket untuk memasuki tiap-tiap lokasi sekitar 10-20TL yang setara dengan Rp65.000-Rp130.000. Lumayan juga kan bila kita memasuki 10 tempat bersejarah :D tapi terbayarlah dengan melihat peninggalan-peninggalan yang begitu hebat walaupun terkadang hanya batu-batu :D
Alam nya pun tak kalah bagus nya dengan bangunannya. Topografi Turki yang naik turun, banyak pegunungan-pegunungan, tapi sayang langitnya tidak menunjang keindahan alam ini, tidak sebagus langitnya bali :D yupp, I love bali's sky very much :) tapi tetep bagus apalagi dengan keunikan alamnya di Cappadocia, sehingga di kota ini banyak sekali menawarkan paket untuk naik Balon udara yang sangat terkenal karena keindahan alamnya. Namun tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan untuk melihat alam ini dengan balon udara, setiap orang dikenakan sekitar 100 Euro yang setara dengan Rp1.200.000 dan sayang sekali juga saya tidak bisa menaiki ini karena cuaca yang tidak memungkinkan :( rasanya mau nangis ketika pilot bilang seperti itu, padahal tinggal selangkah lagi saya akan mewujudkan impian saya :(( tapi ya sudahlah, mungkin memang belum taqdirnya saya naik balon udara sekarang :)
Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa dikunjungi di Turki seperti bagian Utara ( Laut Merah, patung Raja Namrudz) dan bagian Timur yang berbatasan dengan negara Asia Barat lainnya. Sedangkan yang saya kunjungi hanya beberapa bagian barat Turki dan sebenarnya masih banyak yang saya lewatkan.
Dari perjalanan singkat saya (Istanbul-Selcuk-Pamukkale-Cappadocia-Istanbul) selama 10 hari, ternyata Turki merupakan negara yang sangat menarik untuk dikunjungi, tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya :)